™[Mari Mengenal Satwa Eksotik , Jangan Ragu Untuk Bertanya!!!]™

Varanus Salvadori (Croc Monitor)

Kamis, 06 April 2017

Varanus Salvadori (Croc Monitor)

Varanus salvadorii adalah biawak ditemukan di New Guinea. Hal ini juga dikenal dengan nama umum, Croc monitor, monitor Buaya, Papua monitor, dan Artellia. Biawak terbesar di New Guinea, diyakini menjadi salah satu kadal terpanjang di dunia, mencapai hingga 350 cm. Ini adalah satu-satunya anggota dari Papusaurus subgenus. V. salvadorii adalah kadal arboreal dengan tubuh hijau gelap dan band kekuningan, moncong tumpul dan ekor yang sangat panjang. Ia hidup di rawa-rawa mangrove dan hutan hujan pesisir di bagian tenggara pulau, di mana ia makan pada burung, mamalia kecil, telur, dan daging bangkai di alam liar, dengan menggunakan gigi yang lebih baik disesuaikan daripada kebanyakan monitor untuk menangkap bergerak cepat mangsanya. Seperti semua monitor memiliki ciri anatomi yang memungkinkan untuk bernapas lebih mudah saat berjalan dibandingkan kadal lain bisa, dan V. salvadorii diperkirakan memiliki stamina lebih besar dari kebanyakan monitor. Sedikit yang diketahui tentang reproduksi dan pengembangan, sebagai spesies yang sangat sulit untuk berkembang biak di penangkaran.

V. salvadorii terancam oleh deforestasi dan perburuan liar, dan dilindungi oleh perjanjian CITES. Kadal ini diburu dan dikuliti hidup-hidup oleh suku untuk membuat drum, yang menggambarkan monitor sebagai roh jahat yang (memanjat pohon, berjalan tegak, bernafas api, dan membunuh laki-laki), namun suku mempertahankan bahwa monitor memberikan peringatan jika ada buaya dekatnya.

Sumber:  Google

Yang terbesar dari tujuh spesies monitor ditemukan di pulau New Guinea, V. salvadorii terjadi di kedua negara Papua New Guinea dan wilayah Indonesia Papua Barat. Ini mendiami kanopi tinggi dan rendah dari hutan hujan dataran rendah dan rawa-rawa bakau pesisir, kadang-kadang berkeliaran keluar dari daerah-daerah selama banjir di musim hujan. Tidak ada data lapangan rinci investigasi yang tersedia untuk V. salvadorii, sehingga tingkat penuh jangkauan tidak diketahui. Habitatnya terpencil dan tidak dapat diakses secara umum merupakan faktor utama dalam mencegah studi mendetail dari hewan ini di habitat aslinya.


 Sumber: Google

 Beberepa hal yang harus diketahui tentang dorii...........
  • Crocodile Monitors (Varanus salvadorii) adalah hewan endemik kepulauan New Guinea dan sekitarnya.
  • Crocodile Monitor dikenal sebagai predator teratas dan biasa ditemukan di hutan hujan.
  • Crocodile Monitor adalah hewan diurnal dan juga arboreal (biasa hidup dipepohonan).
  • Crocodile monitors memiliki variasi warna dan ukuran tergantung dari daerah asalnya.
  • Crocodile Monitor dikatakan sebagai biawak terpanjang yang bisa mencapai panjang tubuh sekitar 3.5 meter.
  • Biawak ini pernah diamati pertumbuhannya dan tercatat mereka akan tumbuh sekitar 2 inci per bulan selama tahun tahun pertama setelah mereka menetas.
  • Umur Crocodile Monitors diperkirakan sekitar 15 tahun hingga 20 tahun.
  • Biasanya yang menyebabkan kematian crocodile monitor adalah infeksi luka gigitan, benturan pada telur, bwengkak bernanah pada perut & mulut, lesi otak & hati dan penyakit lainnya.


 Sumber: Google

  • Gusi Crocodile monitor gampang berdarah, walaupun tidak jelas itu dikarenakan oleh gigi baru, akibat menggigit mangsa atau karena reaksi dari rasa takut (stress).
  • Gigi crocodile monitor juga mungkin akan tertanam dalam gusinya, mengakibatkan infeksi dan memerlukan perawatan.
  • Crocodile monitor menikmati berjemur yang kemungkinan menyebabkan katarak yang berujung pada kebutaan pada beberapa individu.
  • Kandang crocodile Monitor biasanya lebih tinggi daripada lebar, dan cukup panjang untuk memungkinkan pergerakan biawak ini.
  • Crocodile monitor dewasa bisa ditempatkan dalam kandang berukuran 18m x 10m x 12m atau lebih besar. Tentu saja yang masih kecil tidak perlu kandang sebesar itu.
  • Aksesoris kandang perlu ditambahkan seperti cabang pohon, bebatuan atau aksesoris lain yang mendukung aktifitas Crocodile monitor ini. Tempat bersembunyi harus selalu disediakan di atas tanah di dalam kandang.
  • Gunakan alas kandang untuk crocodile Monitor dari tanah, serpihan kayu yang halus, kerikil, atau serabut kelapa yang intinya alas kandang harus bisa mempertahankan kelembaban tanpa menciptakan lingkungan yang memugkinkan bakteri atau jamur untuk tumbuh, juga yang bisa menyediakan tempat mendarat yang "empuk" karena Crocodile Monitor suka meloncat dari tempat yang lebih tinggi di dalam kandang.
  • Crocodile monitor jangan dipelihara dalam satu kandang secara bersamaan, terutama yang berjenis kelamin sama. Jika berencana untuk menemptakna dua ekor Crocodile monitor dalam satu kandang, beri sekat kaca supaya Crocodile monitor terbiasa dengan keberadaan ‘teman sekandangnya’. Mereka juga harus diawasi dengan dekat selama beberapa minggu setelah dijadikan satu untuk mengantisipasi adanya penolakan dari salah satu Crocodile monitor .
  • Crocodile monitor bisa dipelihara di dalam rumah atau di kandang terbuka di luar rumah di bawah sinar matahari alami, lampu UV atau lampu berjemur.
  • Mereka menyukai suhu untuk berjemur sekitar 110 hingga 120 derajat Fahrenheit dengan suhu ambiens di kandang 90 derajat Fahrenheit di siang hari. Buatkan tempat yang lebih digin di dalam kandang untuk keperluan thermoregulasi Crocodile monitor. Turunkan suhu hingga 70 derajat Fahrenheit saat malam.
  • Di alam liar, crocodile monitor kebanyakan makan burung dan mamalia kecil dan kadang kadang ikan. Beri makan binatang pengerat karena bisa menyediakan sumber gizi yang baik untuk mereka. Berikan juga fillet ayam, ayam, telur rebus & makanan khusus untuk peliharaan karnivora. Ikan juga boleh sesekali diberikan. Hati hati saat memberi makan, jika perlu gunakan alat bantu (pinshet panjang) untuk memberikan makanan pada crocodile monitor.
  • Crocodile Monitor bisa sangat berbahaya bagi yang memelihara dan harus ditangani dengan sangat hati hati. Jika tergigit akan mengakibatkan kerusakan jaringan yang cukup dalam, yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. Crocodile liar lebih mudah ‘nervous’ daripada yang dari penangkaran, walaupun keduanya sama sama tidak bisa ditebak. Tipikal crocodile monitor adalah tidak akan agresif selama tidak merasa terpojok atau ditangani dengan kasar, crocodile monitor dinilai sebagai hewan yang selalu awas dan lebih cerdas dibandingkan dengan jenis biawak lainnya.
  • Untuk membedakan crocodile monitor jantan atau betina bisa dilihat dari kepalanya. Bentuk kepala crocodile monitor jantan lebih besar, lebih tinggi dan lebih lebar daripada yang betina. Walaupun crocodile monitor jantan memiliki hemipenal bulges yang tidak terlalu menonjol, betinanya memiliki kelenjar aroma di tempat yang sama, yang bisa membingungkan saat disexing. Tonjolan Hemipenal tidak akan terlihat pada biawak yang kegemukan. Memeriksa tingkat testosterone darah terbukti sempurna untuk mengetahui jenis kelaminnya.Crocodile monitor jantan memiliki tingkat testosterone 10 kali lipat dibandingkan dengan betina.
  • Biasanya kopulasi atau perkawinan yang menghasilkan telur yang sehat adalah antara bulan Maret hingga Desember. Jarak antara kopulasi dan masa bertelur adalah sekitar 4 hingga 6 minggu, dan akan menghasilakn 3 kumpulan telur tiap tahunnya. Telur akan dikuburkan di kotak yang tertanam di atas lantai kandang serta di bawah tanah. Biasanya untuk alas kotak telur adalah campuran pasir, tanah, lumut gambut dan sphagnum moss. Crocodile monitor betina mungkin akan menjaga telur telurnya selama beberapa hari. Masa inkubasinya sekitar 6 hingga 9 bulan.
  • Crocodile monitor yang baru menetas biasanya diberi makan jangkrik & pinkies walaupun biasanya mereka tidak mau makan hingga selam 2 minggu setelah menetas. Selalu sediakan air minum. Perhatikan benar-benar saat memberi makan karena bisaanya bayi biawak ini sangat agresif saat diberi makan. Gunakan alas kandang yang aman dan tidak akan tertelan seperti alas dari tikar alang alang atau koran.

Sumber: Penulis


Sekian penjelasan tentang V. Salvadorii yang dapat dipublikasikan, semoga dapat menambah wawasannya dan bermanfaat bagi kita semua.....
mari jaga dan lestarikan varanus dari ancaman kepunahan agar anak cucu kita dapat melihatnya...
salam darah dingin..........



Semua binatang buas, seperti biawak apabila kita merawatnya dengan sepenuh hati maka bisa dijadikan hewan peliharaan yang eksotis dan menggemaskan.









Creatif By : admin | Belajar Mengenal Varanus

Terimah Kasih telah membaca artikel --> Varanus Salvadori (Croc Monitor). Yang ditulis oleh Admin . Jika anda ingin sebarluaskan artikel ini, mohon sertakan sumber link asli. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar. Trimakasih
comments